Cara Mencek Kondisi Hardisk Menggunakan SMART

Hardisk
Salah satu komponen komputer yang paling berharga mungkin adalah Hardisk, terutama karena data yang ada didalamnya. Fungsi hardisk sebagai media penyimpanan data pada laptop, kapasitas yang benar tentu saja berpengaruh terhadap jumlah data yang dapat kita simpan, ditambah lagi buffer yang besar akan membantu kecepatan transfer baik antar hardisk ataupun untuk proses suatu program, untuk hardisk laptop ukurannya lebih tipis 2.5" atau 1.8" sedangkan hardisk PC biasa lebih tebal 3.5".
Sebagaimana sebuah perangkat dalam komputer atau laptop, hardisk pasti mempunyai umur dan ada saatnya dimana hardisk mengalami kerusakan. Untuk mengatasi masalah yang menimpa dan dialami Hardisk, ada baiknya kita secara rutin melakukan pengecekan kondisi hardisk tersebut.

Salah satu caranya adalah dengan menganalisa dan membaca indikator S.M.A.R.T. yaitu Salah satu indikator yang dapat digunakan untuk memeriksa atau menganalisa kondisi hardisk adalah menggunakan informasi  Self-Monitoring, Analysis and Reporting Technology.

Komponen Hardisk

SMART merupakan sistem monitoring yang diterapkan pada hardisk yang akan mendeteksi dan memberikan laporan berbagai indikator kondisi hardisk dalam mengantisipasi suatu keadaan dimana hardisk mengalami kerusakan.
Ada banyak software gratis yang bisa kita gunakan untuk mengetahui informasi SMART ini, salah satunya adalah GSmartControl yang merupakan software gratis & opensource yang cukup lengkap. GSmartControl juga tersedia untuk berbagai sistem, seperti Linux, FreeBSD, Mac OS X dan juga Windows. GSmartCOntrol sebenarnya merupakan versi antarmuka (GUI – Graphical User Interface) untuk aplikasi smartmoontools.

Salah satu fitur GSmartControl adalah informasi SMART dari hardisk yang dipilih, sehingga kita bisa mengetahui perihal “kesehatan” suatu hardisk. Ketika program GSmartControl dijalankan, maka akan ada tampilan hardiskk yang bisa kita pilih. Untuk memeriksa lebih detail pilih hardisk yang tampil dan klik dua kali atau bisa juga memilih menu Device > View details (Ctrl+V).
Untuk mengecek informasi SMART, selanjutnya bisa kita pilih tab/bagian “Attributes”. maka akan tampil keterangan dalam bentuk menyerupai tabel. Beberapa kolom penting yang perlu diketahui antara lain:
  1. Name, merupakan deskripsi singkat indikator hardisk
  2. Failed, apakah untuk indikator tersebut pernah mengalami kegagalan
  3. Norm-ed value, nilai indikator untuk keadaan Normal. Nilainya biasanya antara rentang 1-253.
  4. Worst, nilai indikator pada keadaan terburuk. Nilainya biasanya antara rentang 1-253.
  5. Threshold, nilai ambang atau batas. Jika nilai normal dibawah nilai ambang/threshold ini maka mengindikasikan ada masalah disana.
  6. Raw Value, nilai indikator hardisk saat ini, bisa mengindikasikan banyak hal dan terkadang tidak pasti karena vendor hardisk bebas mengisikan sesuai dengan kepentingannya.
Atribut-atribut SMART tersebut sangat bermanfaat untuk melihat kondisi “kesehatan” hardisk. Melalui GSmartControl, kita bisa melihat lebih detail apa maksud indikator tersebut. Arahkan saja mouse ke baris indikator yang bersangkutan, sehingga akan muncul informasi dan penjelasan lebih detail. Bagi yang kesulitan memahami, berikut beberapa penjelasan singkat indikator SMART:
  • Raw Read Error Rate, mengindikasikan nilai error yang terjadi ketika melakukan pembacaan permukaan hardisk. Nilai Raw yang besar mengindikasikan ada masalah ketika proses pembacaan hardisk/data. Catatan: beberapa hardisk seperti Seagate terkenal dengan nilai Raw yang besar, tetapi itu bukan indikasi adanya masalah.
  • Throughput Performance, nilai rata-rata efisiensi hardisk.
  • Spin-up Time, waktu rata-rata “spindle” hardisk (bagian pemutar di tengah tempat menempelnya piringan hardisk/platter) mulai aktif bekerja (dari berhenti sampai aktif sepenuhnya). Biasanya dalam milidetik atau detik
  • Start/Stop Count, Banyaknya “spindle” aktif (on). Setiap kali hardisk aktif, maka nilai ini bertambah. Sehingga jika hardisk masih baru, nilai Raw seharusnya kecil.
  • Reallocated Sector Count, Nilai atau jumlah bagian hardisk yang dialihkan ke sektor lainnya karena bermasalah dengan pembacaan di area tersebut (prosesnya diistilahkan dengan “remapping” dan bagian/sector yang dialihkan disebut “remap”). Semakin tinggi nilai Raw menunjukkan indikasi yang kurang baik, bisa berefek ke performa yang melambat, karena setiap pembacaan sejumlah bagian (sector) itu harus dialihkan ke bagian lain.
  • Seek Error Rate Nilai yang menunjukkan error posisi pembacaan head pembaca data dengan posisi data sebenarnya. Semakin besar nilainya, menunjukkan kondisi hardisk yang tidak baik
  • Seek Time Performance, waktu rata-rata operasi pencarian data oleh “magnetic head”. Jika nilai ini berkurang menunjukkan ada masalah di subsistem mekaniknya.
  • Power in Time (Hours) total waktu dalam jam (bisa jadi menit atau detik tergantung pembuat hardisk) hardisk ini sudah menyala
  • Spin[-up] Retry Count, Jumlah pengulangan spin ketika akan berjalan/aktif. Pertambahan nilai raw disini bisa mengindikasikan ada masalah dengan subsistem mekanik.
  • Power Cycle Count, Jumlah total hardisk menyala/mati
  • Temperature (Celcius), menunjukkan suhu hardisk dalam Celcius
  • Reallocation Event Count, jumlah proses “remapping” baik berhasil atau tidak
  • Current Pending Sector Count, jumlah sector (bagian hardisk) yang tidak stabil dan menunggu proses remapping. Jika terjadi proses baca/tulis di sector ini dan berhasil, maka nilai Raw Value akan berkurang dan sebaliknya jika proses baca/tulis gagal, maka nilainya bertambah dan ini bisa menjadi cikal bakal munculnya bad sector.
  • Jika masih ada garansi dan nilai Raw bagian ini besar (biasanya ditandai dengan warning), sebaiknya diusahakan untuk di tukar dengan yang baru.
Itu hanya beberapa penjelasan atribut yang ditampilkan SMART (karena masih ada atau banyak atribut lainnya). Meskipun nilai dari SMART tidak bisa menjadi jaminan 100%, tetapi bisa menjadi indikasi awal permasalahan dengan hardisk. Dan perlu diketahui bahwa setiap merk hardisk mungkin berbeda indikator yang diberikan, selengkapnya tentang indikator SMART bisa melihat artikel di wikipedia S.M.A.R.T.

Beberapa atribut diatas mungkin perlu penjelasan lebih detail, tetapi intinya jika tidak ada pesan peringatan, warning atau pesan error lainnya, secara umum kondisi hardisk masih bagus. Salah satu yang perlu di perhatikan adalah adanya nilai (raw) pada atribut Current Pending Sector Count karena bisa menjadi bad sector.

Jika anda menggunakan hardisk Samsung F4 EcoGreen (Yang berukuran 1.5 TB & 2 TB : HD204UI, HD204UI/Z4, HD204UI/UZ4, HD155UI, HD155UI/Z4, HD155UI/UZ4) jangan menggunakan Software GSmartControl sebelum mengupdate firmware-nya. Karena hardisk merk tersebut ada masalah dengan proses deteksi yang bisa menyebabkan kehilangan data. informasi selengkapnya di sini SamsungF4EGBadBlocks.

Download GSmartControl ( untuk Linux, FreeBSD, Mac OS X dan Windows)

Demikian uraian tentang tips cara mencek hardisk dengan menggunakan software GSmartControl, semoga bermanfaat. Tak lupa terima kasih pada "ebsoft.web.id" atas sharingnya.
SHARE

Milan Tomic

Hi. I’m Designer of Blog Magic. I’m CEO/Founder of ThemeXpose. I’m Creative Art Director, Web Designer, UI/UX Designer, Interaction Designer, Industrial Designer, Web Developer, Business Enthusiast, StartUp Enthusiast, Speaker, Writer and Photographer. Inspired to make things looks better.

  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
    Blogger Comment
    Facebook Comment

1 komentar:

  1. Howdy! I could have sworn I've been to this site before but after reading through some of the post I realized it's new to me.

    Nonetheless, I'm definitely happy I found it and I'll be book-marking and checking
    back frequently!

    My web page ... how to get your ex back

    BalasHapus

Model-Model Pembelajaran Yang Sesuai Dengan Kurikulum 2013

     Model pembelajaran adalah bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata ...