Sebagai Guru tentu tidak akan lepas dari kewajiban dalam menyusun Administrasi Pembelajaran, seperti Silabus dan Penilaian, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Salah satu langkah dalam menyusun administrasi Pembelajaran tersebut adalah mengembangkan aatau merumuskan Indikator Sesuai Standar Kompetensi (SK) dan
Kompetensi Dasar (KD) pada masing-masing Mata Pelajaran.
Kompetensi Dasar (KD) pada masing-masing Mata Pelajaran.
Karena itu saya mencoba menyusun Artikel langkah-langkah (mekanisme) dalam mengembangkan serta merumuskan Indikator Pembelajaran yang disajikan secara singkat, jelas dan padat .“he. he.. maunya emang begitu”. Dengan harapan panduan ini dapat membantu para Guru, Calon Guru (Mahasiswa), lebih-lebih bagi saya yang Al-Hamdulillah berprofesi sebagai seorang Guru. He he..mohon maaf ya !. Seriuss dulu nih yah...?!
A. Pengertian.
Indikator merupakan penanda pencapaian Kompetensi Dasar (KD) yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik, mata pelajaran, satuan pendidikan, potensi daerah dan dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi.
Terdapat dua rumusan indikator, yaitu:
1. Indikator pencapaian kompetensi yang dikenal sebagai indikator;
2. Indikator penilaian yang digunakan dalam menyusun kisi-kisi dan menulis soal yang di kenal sebagai indikoator soal.
B. Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dalam Pengembangan Indikator.
Dalam prakteknya pengembangkan indikator perlu memperhatikan hala-hal sebagai berikut:
1. tuntutan kompetensi yang dapat dilihat melalui kata kerja yang digunakan dalam KD;
2. karakteristik mata pelajaran, peserta didik, dan sekolah, potensi dan kebutuhan peserta didik, masyarakat, dan lingkungan/ daerah.
Perlu juga diingat tentang FungsiIndikatorPembelajaran. Yaitu, Indikatorberfungsi sebagai:
1) Pedoman dalam mengembangkan materi pembelajaran
2) Pedoman dalam mendesain kegiatan pembelajaran
3) Pedoman dalam mengembangkan bahan ajar
4) Pedoman dalam merancang dan melaksanakan penilaian hasil belajar
C. Langkah-langkah Mekanisme dalam Merumuskan Indikator Pembelajaran
Diantara langkahlangkah yang harus dilakukan dalam merumuskan indikator adalah :
1. Menganalisis tingkat Kompetensi yang tercantum dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. Tingkat Kompetensi biasanya dituangkan dalam kata kerja operasional. Amati tingkat penekanan kompetensi SK dan Kdnya. apakah ke Pengetahuan, ke proses ataukah ke Penerapan, hierarkhi dari tingkatan paling rendah ketingkat paling tinggi. Seteah itu amati kata kerja operasional pada KD tersebut menekankan pada aspek ranah kognitif, afektif atau psikomotor (lihat tabel pada bagian lampiran dibagian bawah halaman ini). Lanjutkan... Kalau sudah diketahui arah penekanan tingkat kompetensi sesuai klasifikasi, serta aspek ranah kompetensinya, maka tentu akan mudah menentukan dan merumuskan indikator sesuai Kompetensi Dasar.
2. menganalisis Karakteristik Mata Pelajaran, Peserta didik serta Sekolah.
§ Pengembangan indikator dengan mempertimbangkan karakteristik-karakteristik tersebut penting dilakukan karena indikator menjadi acuan dalam penilaian (lihat Tabel tentang karakteristik penilaian sesuai Permen nomor 19 di bawah :
Kelompok Mata Pelajaran | Mata Pelajaran | Aspek yang Dinilai |
Agama dan Akhlak Mulia | Pendidikan Agama | Afektif dan Kognitif |
Kewarganegaraan dan Kepribadian | Pendidikan Kewarganegaraan | Afektif dan Kognitif |
Jasmani Olahraga dan Kesehatan | Penjas Orkes | Psikomotorik, Afektif, dan Kognitif |
Estetika | Seni Budaya | Afektif dan Psikomotorik |
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi | Matematika, IPA, IPS Bahasa, dan TIK. | Afektif, Kognitif, dan/atau Psikomotorik sesuai karakter mata pelajaran |
§Pesrta didik memiliki karakteristik yang unik dan bergagam. Mereka miliki perbedaan dalam intelegensia dan gaya belajar, karena itu indikator harus mengakomodir keberagaman peserta didik.
§Sekolah juga memiliki karakteristik yang berbeda antara sekolah yang satu dengan yang lainnya. Sperti kita kenal ada sekolah bertarap Internasional, Nasional atau sekolah yang berbasis keunggulan. Hal ini mengacu pada kedalaman dan keluasan dalam menentukan indikator sesuai karakteristik sekolah tersebut di atas.
3. Menganalisis Kebutuhan dan Potensi Sekolah. Hal ini dilakukan untuk mendorong peningkatan mutu sekolah dimasa yang akan datang.
4. Merumuskan Indikator.
Perhatikan lagi beberapa ketentuan dalam perumusan indikator:
vSetiap KD dikembangkan sekurang-kurangnya menjadi tiga indikator
vKeseluruhan indikator memenuhi tuntutan kompetensi yang tertuang dalam kata kerja yang digunakan dalam SK dan KD. Indikator harus mencapai tingkat kompetensi minimal KD dan dapat dikembangkan melebihi kompetensi minimal sesuai dengan potensi dan kebutuhan peserta didik.
vIndikator yang dikembangkan harus menggambarkan hirarki kompetensi.
vRumusan indikator sekurang-kurangnya mencakup dua aspek, yaitu tingkat kompetensi dan materi pembelajaran.
vIndikator harus dapat mengakomodir karakteristik mata pelajaran sehingga menggunakan kata kerja operasional yang sesuai.
vRumusan indikator dapat dikembangkan menjadi beberapa indikator penilaian yang mencakup ranah kognitif, afektif, dan/atau psikomotorik.
5. Mengembangkan Indikator penilaian.
Indikator Penilaian merupakan pengembangan lebih lanjut dari Indikator Pencapaian Kompetensi. Indikator Penilaian dirumuskan dengan menggunakan kata kerja lebih terukur dibandingkan dengan indikator pencapaian kompetensi. Rumusan indikator penilaian dapat dikembangkan menjadi instrumen penilaian dalam bentuk soal, lembar pengamatan, dan atau penilaian hasil karya atau produk, termasuk penilaian diri.
Indikator Penilaian memiliki fungsi sebagai berikut:
1. Bagi Guru, Untuk menyusun dan membuat kisi-kisi penilaian yang dilakukan melalui tes (tes tertulis seperti ulangan harian, ulangan tengah semester, dan ulangan akhir semester, tes praktik, dan/atau tes perbuatan) maupun non-tes.
2. Peserta didik, dalam mempersiapkan diri mengikuti penilaian tes maupun non-tes. Dengan demikian siswa dapat melakukan self assessment untuk mengukur kemampuan diri sebelum mengikuti penilaian sesungguhnya.
3. Pimpinan sekolah, dalam memantau dan mengevaluasi keterlaksanaan pembelajaran dan penilaian di kelas.
4. Orang tua dan masyarakat dalam upaya mendorong pencapaian kompetensi siswa lebih maksimal.
D. Penutup.
Demikian Pedoman Perumusan Indikator Pembelajaran yang ringkas, singkat dan padat, tapi belum tentu lengkap, terang juga jelas untuk difahami serta dapat dijadikan salah satu bahan referensi dalam praktek penyusunan Administrasi Pembelajaran di Sekolah.
Untuk mendapatkan pengetahuan yang lebih mendalam tentang segala hal dalam mengembangkan Silabus, Indikator, RPP, bisa anda pelajari di Standar Isi, StandarProses dll.
Akhirnya saya ucapkan terima kasih banyak pada anda yang telah membaca artikel sederhana ini. Sekali lagi terima kasih !!.
E. Lampiran-lampiran
Tabel 1. Tingkat Kompetensi Kata Kerja Operasional
No | Klasifikasi Tingkat Kompetensi | Kata Kerja Operasional yang Digunakan |
1 | Berhubungan dengan mencari keterangan (dealing with retrieval) | 1. Mendeskripsikan (describe) 2. Menyebutkan kembali (recall) 3. Melengkapi (complete) 4. Mendaftar (list) 5. Mendefinisikan (define) 6. Menghitung (count) 7. Mengidentifikasi (identify) 8. Menceritakan (recite) 9. Menamai (name) |
2 | Memproses (processing) | 1. Mensintesis (synthesize) 2. Mengelompokkan (group) 3. Menjelaskan (explain) 4. Mengorganisasikan (organize) 5. Meneliti/melakukan eksperimen (experiment) 6. Menganalogikan (make analogies) 7. Mengurutkan (sequence) 8. Mengkategorikan (categorize) 9. Menganalisis (analyze) 10. Membandingkan (compare) 11. Mengklasifikasi (classify) 12. Menghubungkan (relate) 13. Membedakan (distinguish) 14. Mengungkapkan sebab (state causality) |
3 | Menerapkan dan mengevaluasi | 1. Menerapkan suatu prinsip (applying a principle) 2. Membuat model (model building) 3. Mengevaluasi (evaluating) 4. Merencanakan (planning) 5. Memperhitungkan/meramalkan kemungkinan (extrapolating) 6. Memprediksi (predicting) 7. Menduga/Mengemukakan pendapat/ mengambil kesimpulan (inferring) 8. Meramalkan kejadian alam/sesuatu (forecasting) 9. Menggeneralisasikan (generalizing) 10. Mempertimbangkan /memikirkan kemungkinan-kemungkinan (speculating) 11. Membayangkan /mengkhayalkan/ mengimajinasikan (Imagining) 12. Merancang (designing) 13. Menciptakan (creating) 14. Menduga/membuat dugaan/ kesimpulan awal (hypothezing) |
Tabel 2 : Kata Kerja Ranah Kognitif
Pengetahuan | Pemahaman | Penerapan | Analisis | Sintesis | Penilaian |
Mengutip Menyebutkan Menjelaskan Menggambar Membilang Mengidentifikasi Mendaftar Menunjukkan Memberi label Memberi indeks Memasangkan Menamai Menandai Membaca Menyadari Menghafal Meniru Mencatat Mengulang Mereproduksi Meninjau Memilih Menyatakan Mempelajari Mentabulasi Memberi kode Menelusuri Menulis | Memperkirakan Menjelaskan Mengkategorikan Mencirikan Merinci Mengasosiasikan Membandingkan Menghitung Mengkontraskan Mengubah Mempertahankan Menguraikan Menjalin Membedakan Mendiskusikan Menggali Mencontohkan Menerangkan Mengemukakan Mempolakan Memperluas Menyimpulkan Meramalkan Merangkum Menjabarkan | Menugaskan Mengurutkan Menentukan Menerapkan Menyesuaikan Mengkalkulasi Memodifikasi Mengklasifikasi Menghitung Membangun Membiasakan Mencegah Menentukan Menggambarkan Menggunakan Menilai Melatih Menggali Mengemukakan Mengadaptasi Menyelidiki Mengoperasikan Mempersoalkan Mengkonsepkan Melaksanakan Meramalkan Memproduksi Memproses Mengaitkan Menyusun Mensimulasikan Memecahkan Melakukan Mentabulasi Memproses Meramalkan | Menganalisis Mengaudit Memecahkan Menegaskan Mendeteksi Mendiagnosis Menyeleksi Merinci Menominasikan Mendiagramkan Megkorelasikan Merasionalkan Menguji Mencerahkan Menjelajah Membagankan Menyimpulkan Menemukan Menelaah Memaksimalkan Memerintahkan Mengedit Mengaitkan Memilih Mengukur Melatih Mentransfer | Mengabstraksi Mengatur Menganimasi Mengumpulkan Mengkategorikan Mengkode Mengombinasikan Menyusun Mengarang Membangun Menanggulangi Menghubungkan Menciptakan Mengkreasikan Mengoreksi Merancang Merencanakan Mendikte Meningkatkan Memperjelas Memfasilitasi Membentuk Merumuskan Menggeneralisasi Menggabungkan Memadukan Membatas Mereparasi Menampilkan Menyiapkan Memproduksi Merangkum Merekonstruksi | Membandingkan Menyimpulkan Menilai Mengarahkan Mengkritik Menimbang Memutuskan Memisahkan Memprediksi Memperjelas Menugaskan Menafsirkan Mempertahankan Memerinci Mengukur Merangkum Membuktikan Memvalidasi Mengetes Mendukung Memilih Memproyeksikan |
Tabel 3. Kata Kerja Ranah Afektif
Menerima | Menanggapi | Menilai | Mengelola | Menghayati |
Memilih Mempertanyakan Mengikuti Memberi Menganut Mematuhi Meminati | Menjawab Membantu Mengajukan Mengompromikan Menyenangi Menyambut Mendukung Menyetujui Menampilkan Melaporkan Memilih Mengatakan Memilah Menolak | Mengasumsikan Meyakini Melengkapi Meyakinkan Memperjelas Memprakarsai Mengimani Mengundang Menggabungkan Mengusulkan Menekankan Menyumbang | Menganut Mengubah Menata Mengklasifikasikan Mengombinasikan Mempertahankan Membangun Membentuk pendapat Memadukan Mengelola Menegosiasi Merembuk | Mengubah perilaku Berakhlak mulia Mempengaruhi Mendengarkan Mengkualifikasi Melayani Menunjukkan Membuktikan Memecahkan |
Tabel 4. Kata Kerja Ranah Psikomotorik
Menirukan | Memanipulasi | Pengalamiahan | Artikulasi |
Mengaktifkan Menyesuaikan Menggabungkan Melamar Mengatur Mengumpulkan Menimbang Memperkecil Membangun Mengubah Membersihkan Memposisikan Mengonstruksi | Mengoreksi Mendemonstrasikan Merancang Memilah Melatih Memperbaiki Mengidentifikasikan Mengisi Menempatkan Membuat Memanipulasi Mereparasi Mencampur | Mengalihkan Menggantikan Memutar Mengirim Memindahkan Mendorong Menarik Memproduksi Mencampur Mengoperasikan Mengemas Membungkus | Mengalihkan Mempertajam Membentuk Memadankan Menggunakan Memulai Menyetir Menjeniskan Menempel Menseketsa Melonggarkan Menimbang |

0 komentar:
Posting Komentar