PANDUAN RINGKAS PENGEMBANGAN INDIKATOR PEMBELAJARAN


Kaligrafi Islami
Sebagai Guru tentu tidak akan lepas dari kewajiban dalam menyusun Administrasi Pembelajaran, seperti Silabus dan Penilaian, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Salah satu langkah dalam menyusun administrasi Pembelajaran tersebut adalah mengembangkan aatau merumuskan Indikator  Sesuai Standar Kompetensi (SK) dan
Kompetensi Dasar (KD) pada masing-masing Mata Pelajaran.
Karena itu saya mencoba menyusun Artikel langkah-langkah (mekanisme) dalam mengembangkan serta merumuskan Indikator Pembelajaran yang disajikan secara singkat, jelas dan padat .“he. he.. maunya emang begitu”. Dengan harapan panduan ini dapat membantu  para Guru, Calon Guru (Mahasiswa), lebih-lebih bagi  saya yang  Al-Hamdulillah berprofesi sebagai seorang Guru. He he..mohon maaf ya !. Seriuss dulu nih yah...?!
A. Pengertian.
Indikator merupakan penanda pencapaian Kompetensi Dasar (KD) yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik, mata pelajaran, satuan pendidikan, potensi daerah dan dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi.
Terdapat dua rumusan indikator, yaitu:
1.       Indikator pencapaian kompetensi yang dikenal sebagai indikator;
2.       Indikator penilaian yang digunakan dalam menyusun kisi-kisi dan menulis soal yang di kenal sebagai indikoator soal.
B. Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dalam Pengembangan Indikator.
Dalam prakteknya pengembangkan indikator perlu memperhatikan hala-hal sebagai berikut:
1. tuntutan kompetensi yang dapat dilihat melalui kata kerja yang digunakan dalam KD;
2. karakteristik mata pelajaran, peserta didik, dan sekolah, potensi dan kebutuhan peserta didik, masyarakat, dan lingkungan/ daerah.
Perlu juga diingat tentang  FungsiIndikatorPembelajaran. Yaitu,  Indikatorberfungsi sebagai:
1)      Pedoman dalam mengembangkan materi pembelajaran
2)      Pedoman dalam mendesain kegiatan pembelajaran
3)      Pedoman dalam mengembangkan bahan ajar
4)      Pedoman dalam merancang dan melaksanakan penilaian hasil belajar
C. Langkah-langkah Mekanisme dalam Merumuskan Indikator Pembelajaran
Diantara langkahlangkah yang harus dilakukan dalam merumuskan indikator adalah :
1. Menganalisis tingkat Kompetensi  yang tercantum dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. Tingkat Kompetensi biasanya dituangkan dalam kata kerja operasional. Amati tingkat penekanan kompetensi SK dan Kdnya. apakah ke Pengetahuan, ke proses ataukah ke Penerapan, hierarkhi dari tingkatan paling rendah ketingkat paling tinggi. Seteah itu  amati kata kerja operasional pada KD tersebut menekankan pada aspek  ranah kognitif, afektif atau psikomotor  (lihat tabel pada bagian lampiran dibagian bawah halaman ini). Lanjutkan... Kalau sudah diketahui arah penekanan tingkat kompetensi sesuai klasifikasi,  serta aspek ranah kompetensinya, maka tentu akan mudah menentukan dan merumuskan  indikator sesuai Kompetensi Dasar.
2. menganalisis Karakteristik Mata Pelajaran, Peserta didik serta Sekolah.
§ Pengembangan indikator dengan mempertimbangkan karakteristik-karakteristik tersebut penting dilakukan karena indikator menjadi acuan dalam penilaian (lihat Tabel tentang karakteristik penilaian sesuai Permen nomor 19 di bawah :
Kelompok Mata Pelajaran
Mata Pelajaran
Aspek yang Dinilai
Agama dan Akhlak Mulia
Pendidikan Agama
Afektif dan Kognitif
Kewarganegaraan dan Kepribadian
Pendidikan Kewarganegaraan
Afektif dan Kognitif
Jasmani Olahraga dan Kesehatan
Penjas Orkes
Psikomotorik, Afektif, dan Kognitif
Estetika
Seni Budaya
Afektif dan Psikomotorik
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Matematika, IPA, IPS
Bahasa, dan TIK.
Afektif, Kognitif,  dan/atau Psikomotorik sesuai karakter mata pelajaran

§Pesrta didik memiliki karakteristik yang unik dan bergagam. Mereka miliki perbedaan dalam intelegensia dan gaya belajar, karena itu indikator harus mengakomodir keberagaman peserta didik.
§Sekolah juga memiliki karakteristik yang berbeda antara sekolah yang satu dengan yang lainnya. Sperti kita kenal ada sekolah bertarap Internasional, Nasional atau sekolah yang berbasis keunggulan. Hal ini mengacu pada kedalaman dan keluasan dalam menentukan indikator sesuai karakteristik sekolah tersebut di atas.
3. Menganalisis Kebutuhan dan Potensi Sekolah. Hal ini dilakukan untuk mendorong peningkatan mutu sekolah dimasa yang akan datang.
4. Merumuskan Indikator.
Perhatikan lagi beberapa ketentuan dalam perumusan indikator:
vSetiap KD dikembangkan sekurang-kurangnya menjadi tiga indikator
vKeseluruhan indikator memenuhi tuntutan kompetensi yang tertuang dalam kata kerja yang digunakan dalam SK dan KD. Indikator harus mencapai tingkat kompetensi minimal KD dan dapat dikembangkan melebihi kompetensi minimal sesuai dengan potensi dan kebutuhan peserta didik.
vIndikator yang dikembangkan harus menggambarkan hirarki kompetensi.
vRumusan indikator sekurang-kurangnya mencakup dua aspek, yaitu tingkat kompetensi dan materi pembelajaran.
vIndikator harus dapat mengakomodir karakteristik mata pelajaran sehingga menggunakan kata kerja operasional yang sesuai.
vRumusan indikator dapat dikembangkan menjadi beberapa indikator penilaian yang mencakup ranah kognitif, afektif, dan/atau psikomotorik.
5. Mengembangkan Indikator penilaian.
Indikator Penilaian merupakan pengembangan lebih lanjut dari Indikator Pencapaian Kompetensi. Indikator Penilaian dirumuskan dengan menggunakan kata kerja lebih terukur dibandingkan dengan indikator pencapaian kompetensi. Rumusan indikator penilaian dapat dikembangkan menjadi instrumen penilaian dalam bentuk soal, lembar pengamatan, dan atau penilaian hasil karya atau produk, termasuk penilaian diri.
Indikator Penilaian memiliki fungsi sebagai berikut:
1.       Bagi Guru, Untuk menyusun dan membuat kisi-kisi penilaian yang dilakukan melalui tes (tes tertulis seperti ulangan harian, ulangan tengah semester, dan ulangan akhir semester, tes praktik, dan/atau tes perbuatan) maupun non-tes.
2.       Peserta didik, dalam mempersiapkan diri mengikuti penilaian tes maupun non-tes. Dengan demikian siswa dapat melakukan self assessment untuk mengukur kemampuan diri sebelum mengikuti penilaian sesungguhnya.
3.       Pimpinan sekolah, dalam memantau dan mengevaluasi keterlaksanaan pembelajaran dan penilaian di kelas.
4.       Orang tua dan masyarakat dalam upaya mendorong pencapaian kompetensi siswa lebih maksimal.
D. Penutup.
                Demikian Pedoman Perumusan Indikator Pembelajaran yang ringkas, singkat dan padat, tapi belum tentu lengkap, terang juga jelas  untuk difahami serta dapat dijadikan salah satu bahan referensi dalam praktek penyusunan Administrasi Pembelajaran di Sekolah.
Untuk mendapatkan pengetahuan yang lebih mendalam tentang segala hal dalam mengembangkan Silabus, Indikator, RPP,  bisa anda pelajari di Standar Isi, StandarProses dll.
Akhirnya saya ucapkan terima kasih banyak pada anda yang telah membaca artikel sederhana ini. Sekali lagi terima kasih !!.
E. Lampiran-lampiran

Tabel 1. Tingkat Kompetensi Kata Kerja Operasional

No
Klasifikasi Tingkat Kompetensi
Kata Kerja Operasional yang Digunakan
1
Berhubungan dengan mencari keterangan (dealing with retrieval)

1.          Mendeskripsikan (describe)
2.          Menyebutkan kembali (recall)
3.          Melengkapi  (complete)
4.          Mendaftar (list)
5.          Mendefinisikan (define)
6.          Menghitung (count)
7.          Mengidentifikasi (identify)
8.          Menceritakan (recite)
9.          Menamai (name)
2
Memproses (processing)

1.          Mensintesis (synthesize)
2.          Mengelompokkan (group)
3.          Menjelaskan (explain)
4.          Mengorganisasikan (organize)
5.          Meneliti/melakukan eksperimen (experiment)
6.          Menganalogikan (make analogies)
7.          Mengurutkan (sequence)
8.          Mengkategorikan (categorize)
9.          Menganalisis (analyze)
10.      Membandingkan (compare)
11.      Mengklasifikasi (classify)
12.      Menghubungkan (relate)
13.      Membedakan (distinguish)
14.      Mengungkapkan sebab (state causality)
3
Menerapkan dan mengevaluasi

1.          Menerapkan suatu prinsip (applying a principle)
2.          Membuat model (model building)
3.          Mengevaluasi (evaluating)
4.          Merencanakan (planning)
5.          Memperhitungkan/meramalkan kemungkinan (extrapolating)
6.          Memprediksi (predicting)
7.          Menduga/Mengemukakan pendapat/ mengambil kesimpulan (inferring)
8.          Meramalkan kejadian alam/sesuatu (forecasting)
9.          Menggeneralisasikan (generalizing)
10.      Mempertimbangkan /memikirkan kemungkinan-kemungkinan (speculating)
11.      Membayangkan /mengkhayalkan/ mengimajinasikan (Imagining)
12.      Merancang (designing)
13.      Menciptakan (creating)
14.      Menduga/membuat dugaan/ kesimpulan awal (hypothezing)


Tabel 2 : Kata Kerja Ranah Kognitif
Pengetahuan
Pemahaman
Penerapan
Analisis
Sintesis
Penilaian
Mengutip
Menyebutkan
Menjelaskan
Menggambar
Membilang
Mengidentifikasi
Mendaftar
Menunjukkan
Memberi label
Memberi indeks
Memasangkan
Menamai
Menandai
Membaca
Menyadari
Menghafal
Meniru
Mencatat
Mengulang
Mereproduksi
Meninjau
Memilih
Menyatakan
Mempelajari
Mentabulasi
Memberi kode
Menelusuri
Menulis
Memperkirakan
Menjelaskan
Mengkategorikan
Mencirikan
Merinci
Mengasosiasikan
Membandingkan
Menghitung
Mengkontraskan
Mengubah
Mempertahankan
Menguraikan
Menjalin
Membedakan
Mendiskusikan
Menggali
Mencontohkan
Menerangkan
Mengemukakan
Mempolakan
Memperluas
Menyimpulkan
Meramalkan
Merangkum
Menjabarkan

Menugaskan
Mengurutkan
Menentukan
Menerapkan
Menyesuaikan
Mengkalkulasi
Memodifikasi
Mengklasifikasi
Menghitung
Membangun
Membiasakan
Mencegah
Menentukan
Menggambarkan
Menggunakan
Menilai
Melatih
Menggali
Mengemukakan
Mengadaptasi
Menyelidiki
Mengoperasikan
Mempersoalkan
Mengkonsepkan
Melaksanakan
Meramalkan
Memproduksi
Memproses
Mengaitkan
Menyusun
Mensimulasikan
Memecahkan
Melakukan
Mentabulasi
Memproses
Meramalkan
Menganalisis
Mengaudit
Memecahkan
Menegaskan
Mendeteksi
Mendiagnosis
Menyeleksi
Merinci
Menominasikan
Mendiagramkan
Megkorelasikan
Merasionalkan
Menguji
Mencerahkan
Menjelajah
Membagankan
Menyimpulkan
Menemukan
Menelaah
Memaksimalkan
Memerintahkan
Mengedit
Mengaitkan
Memilih
Mengukur
Melatih
Mentransfer
Mengabstraksi
Mengatur
Menganimasi
Mengumpulkan
Mengkategorikan
Mengkode
Mengombinasikan
Menyusun
Mengarang
Membangun
Menanggulangi
Menghubungkan
Menciptakan
Mengkreasikan
Mengoreksi
Merancang
Merencanakan
Mendikte
Meningkatkan
Memperjelas
Memfasilitasi
Membentuk
Merumuskan
Menggeneralisasi
Menggabungkan
Memadukan
Membatas
Mereparasi
Menampilkan
Menyiapkan Memproduksi
Merangkum
Merekonstruksi

Membandingkan
Menyimpulkan
Menilai
Mengarahkan
Mengkritik
Menimbang
Memutuskan
Memisahkan
Memprediksi
Memperjelas
Menugaskan
Menafsirkan
Mempertahankan
Memerinci
Mengukur
Merangkum
Membuktikan
Memvalidasi
Mengetes
Mendukung
Memilih
Memproyeksikan



Tabel 3. Kata Kerja Ranah Afektif
Menerima
Menanggapi
Menilai
Mengelola
Menghayati
Memilih
Mempertanyakan
Mengikuti
Memberi
Menganut
Mematuhi
Meminati

Menjawab
Membantu
Mengajukan
Mengompromikan
Menyenangi
Menyambut
Mendukung
Menyetujui
Menampilkan
Melaporkan
Memilih
Mengatakan
Memilah
Menolak
Mengasumsikan
Meyakini
Melengkapi
Meyakinkan
Memperjelas
Memprakarsai
Mengimani
Mengundang
Menggabungkan
Mengusulkan
Menekankan
Menyumbang
Menganut
Mengubah
Menata
Mengklasifikasikan
Mengombinasikan
Mempertahankan
Membangun
Membentuk pendapat
Memadukan
Mengelola
Menegosiasi
Merembuk
Mengubah perilaku
Berakhlak mulia
Mempengaruhi
Mendengarkan
Mengkualifikasi
Melayani
Menunjukkan
Membuktikan
Memecahkan

Tabel 4. Kata Kerja Ranah Psikomotorik
Menirukan
Memanipulasi
Pengalamiahan
Artikulasi
Mengaktifkan
Menyesuaikan
Menggabungkan
Melamar
Mengatur
Mengumpulkan
Menimbang
Memperkecil
Membangun
Mengubah
Membersihkan
Memposisikan
Mengonstruksi
Mengoreksi
Mendemonstrasikan
Merancang
Memilah
Melatih
Memperbaiki
Mengidentifikasikan
Mengisi
Menempatkan
Membuat
Memanipulasi
Mereparasi
Mencampur
Mengalihkan
Menggantikan
Memutar
Mengirim
Memindahkan
Mendorong
Menarik
Memproduksi
Mencampur
Mengoperasikan
Mengemas
Membungkus

Mengalihkan
Mempertajam
Membentuk
Memadankan
Menggunakan
Memulai
Menyetir
Menjeniskan
Menempel
Menseketsa
Melonggarkan
Menimbang


SHARE

Milan Tomic

Hi. I’m Designer of Blog Magic. I’m CEO/Founder of ThemeXpose. I’m Creative Art Director, Web Designer, UI/UX Designer, Interaction Designer, Industrial Designer, Web Developer, Business Enthusiast, StartUp Enthusiast, Speaker, Writer and Photographer. Inspired to make things looks better.

  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar

Model-Model Pembelajaran Yang Sesuai Dengan Kurikulum 2013

     Model pembelajaran adalah bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata ...