Sebagai kelanjutan dari artikel-artikel sebelumnya yaitu: “Konsep Ringkas Pengembangan Penilaian Afektif” dan “Langkah Pengembangan Instrumen Penilaian Afektif”, maka alangkah baiknya menurut hemat saya artikel sebelumnya tersebut dikembangkan lagi secara berkelanjutan sampai menemukan sebuah kesimpulan yang berarti untuk diaplikasikan dalam praktik pembelajaran di kelas. Khususnya dalam melaksanakan penilaian ranah afektif sebagai pengembangan dari bentuk penilaian ranah kognitif dan psikhomotor.
Baik, kita mulai saja pembahasan dari langkah yang pertama yaitu “Merumuskan Instrumen Penilaian”. Menurut teori (silahkan cari) ditinjau dari tujuan penilaian ranah afektif ada lima macam instrumen pengukuran, yaitu instrumen sikap, minat, konsep diri, nilai, dan moral. Silahkan dicermati, diamati serta dianalisa oleh anda uraian ringkas kelima (5) instrumen tersebut yang insya Allah akan saya paparkan secara ringkas di bawah ini.
Instrumen Sikap
Instrumen sikap bertujuan untuk mengetahui sejauh mana sikap siswa terhadap suatu objek. Misalnya terhadap kegiatan-kegiatan sekolah, terhadap Mata Pelajaran, sikap siswa terhadap guru, sikap siswa berkaitan dengan aktivitas belajar di kelas dan sebagainya. Sikap-sikap yang ditunjukan siswa tersebut baik terhadap mata pelajaran dan kepada yang lain-lain bisa positif bisa negatif. Hasil pengukuran sikap berguna sebagai umpan balik (feedback) bagi guru untuk menentukan strategi pembelajaran yang tepat.
Instrumen Minat
Instrumen pengukuran minat bertujuan untuk memperoleh informasi tentang kadar atau tingkat keinginan serta perhatian siswa terhadap mata pelajaran, yang selanjutnya digunakan untuk merumuskan serta menentukan strategi apa yang dapat meningkatkan minat siswa terhadap mata pelajaran. Serta memotivasi mereka dalam melakukan aktivitas belajar di kelas khususnya.
Instrumen konsep diri
Instrumen konsep diri bertujuan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan diri sendiri (muhasabah). Siswa menilai dirinya sendiri secara objektif terhadap potensi yang ada dalam dirinya. Karakteristik potensi siswa sangat penting untuk menentukan jenjang karirnya. Informasi kekuatan dan kelemahan siswa digunakan untuk menentukan program yang sebaiknya ditempuh.
Instrumen Nilai
Instrumen nilai bertujuan untuk mengungkap nilai dan keyakinan siswa. Biasanya nilai yang menjadi tolok ukur dan tertanam dalam diri siswa tergantung pada Agama yang dianut dan nilai-nilai budaya dan lingkungan dimana mereka hidup. Informasi yang diperoleh berupa nilai dan keyakinan yang positif dan yang negatif. Hal-hal yang bersifat positif diperkuat sedangkan yang bersifat negatif dikurangi dan akhirnya dihilangkan.
Instrumen Moral
Instrumen moral bertujuan untuk mengungkap Akhlak prilaku keserharian mereka. Informasi tersebut diperoleh melalui pengamatan terhadap perbuatan atau tingkah laku yang ditampilkan dalam kesehariannya. Serta melalui laporan diri melalui pengisian kuesioner atau bisa juga menggunakan kartu kendali. Hasil pengamatan dan hasil kuesioner menjadi informasi tentang moral serta akhlak perbuatan siswa sehari-hari. Yang pada akhirnya dapat dijadikan salah satu pedoman untuk memberikan penanganan yang tepat dan konprehensif bagi siswa.
Dalam menyusun spesifikasi instrumen perlu memperhatikan empat hal yaitu: (1) tujuan pengukuran, (2) kisi-kisi instrumen, (3) bentuk dan format instrumen, dan (4) panjang instrumen. Setelah menetapkan tujuan yang ingin dicapai dalam pengukuran ranah afektif, maka langkah kegiatan berikutnya adalah menyusun kisi-kisi instrumen. Kisi-kisi yang berupa blue-print, merupakan matrik yang berisi spesifikasi instrumen yang akan ditulis sesuai dengan poin-poin tujuan pengukuran tersebut di atas.
Langkah pertama dalam menentukan kisi-kisi adalah menentukan definisi konseptual yang berasal dari teori-teori yang diambil dari buku teks. Selanjutnya mengembangkan definisi operasional berdasarkan kompetensi dasar, yaitu kompetensi yang dapat diukur. Definisi operasional ini kemudian dijabarkan menjadi sejumlah indikator. Indikator merupakan pedoman dalam menulis instrumen. Tiap indikator bisa dikembangkan dua atau lebih instrumen. Kemudian didistribusikan ke dalam tabel format Kisi-kisi Instrumen seperti conoth format di bawah ini :
Kisi-Kisi Instrumen Afektif
No Indikator Jumlah butir Pertanyaan/Pernyataan Skala
1
2
3
4
5
Sebagai langkah awal dalam pengembangan penilaian ranah afektif sebagaimana dipaparkan dalam halaman postingan ini serta pembahasan yang terdapat pada halaman sebelumnya, barangkali kalau kita sudah memahaminya dengan baik maka akan mudah dalam melakukan pengembangan pada langkah-langkah selanjutnya, yaitu: dalam menentukan skala instrumen, menentukan pedoman penskoran, menelaah instrument, merakit instrument, melakukan ujicoba, menganalisis hasil ujicoba, memperbaiki instrument, melaksanakan pengukuran, serta dalam menafsirkan hasil pengukurannya. Semoga bermanfaat !.
Baik, kita mulai saja pembahasan dari langkah yang pertama yaitu “Merumuskan Instrumen Penilaian”. Menurut teori (silahkan cari) ditinjau dari tujuan penilaian ranah afektif ada lima macam instrumen pengukuran, yaitu instrumen sikap, minat, konsep diri, nilai, dan moral. Silahkan dicermati, diamati serta dianalisa oleh anda uraian ringkas kelima (5) instrumen tersebut yang insya Allah akan saya paparkan secara ringkas di bawah ini.
Instrumen Sikap
Instrumen sikap bertujuan untuk mengetahui sejauh mana sikap siswa terhadap suatu objek. Misalnya terhadap kegiatan-kegiatan sekolah, terhadap Mata Pelajaran, sikap siswa terhadap guru, sikap siswa berkaitan dengan aktivitas belajar di kelas dan sebagainya. Sikap-sikap yang ditunjukan siswa tersebut baik terhadap mata pelajaran dan kepada yang lain-lain bisa positif bisa negatif. Hasil pengukuran sikap berguna sebagai umpan balik (feedback) bagi guru untuk menentukan strategi pembelajaran yang tepat.
Instrumen Minat
Instrumen pengukuran minat bertujuan untuk memperoleh informasi tentang kadar atau tingkat keinginan serta perhatian siswa terhadap mata pelajaran, yang selanjutnya digunakan untuk merumuskan serta menentukan strategi apa yang dapat meningkatkan minat siswa terhadap mata pelajaran. Serta memotivasi mereka dalam melakukan aktivitas belajar di kelas khususnya.
Instrumen konsep diri
Instrumen konsep diri bertujuan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan diri sendiri (muhasabah). Siswa menilai dirinya sendiri secara objektif terhadap potensi yang ada dalam dirinya. Karakteristik potensi siswa sangat penting untuk menentukan jenjang karirnya. Informasi kekuatan dan kelemahan siswa digunakan untuk menentukan program yang sebaiknya ditempuh.
Instrumen Nilai
Instrumen nilai bertujuan untuk mengungkap nilai dan keyakinan siswa. Biasanya nilai yang menjadi tolok ukur dan tertanam dalam diri siswa tergantung pada Agama yang dianut dan nilai-nilai budaya dan lingkungan dimana mereka hidup. Informasi yang diperoleh berupa nilai dan keyakinan yang positif dan yang negatif. Hal-hal yang bersifat positif diperkuat sedangkan yang bersifat negatif dikurangi dan akhirnya dihilangkan.
Instrumen Moral
Instrumen moral bertujuan untuk mengungkap Akhlak prilaku keserharian mereka. Informasi tersebut diperoleh melalui pengamatan terhadap perbuatan atau tingkah laku yang ditampilkan dalam kesehariannya. Serta melalui laporan diri melalui pengisian kuesioner atau bisa juga menggunakan kartu kendali. Hasil pengamatan dan hasil kuesioner menjadi informasi tentang moral serta akhlak perbuatan siswa sehari-hari. Yang pada akhirnya dapat dijadikan salah satu pedoman untuk memberikan penanganan yang tepat dan konprehensif bagi siswa.
Dalam menyusun spesifikasi instrumen perlu memperhatikan empat hal yaitu: (1) tujuan pengukuran, (2) kisi-kisi instrumen, (3) bentuk dan format instrumen, dan (4) panjang instrumen. Setelah menetapkan tujuan yang ingin dicapai dalam pengukuran ranah afektif, maka langkah kegiatan berikutnya adalah menyusun kisi-kisi instrumen. Kisi-kisi yang berupa blue-print, merupakan matrik yang berisi spesifikasi instrumen yang akan ditulis sesuai dengan poin-poin tujuan pengukuran tersebut di atas.
Langkah pertama dalam menentukan kisi-kisi adalah menentukan definisi konseptual yang berasal dari teori-teori yang diambil dari buku teks. Selanjutnya mengembangkan definisi operasional berdasarkan kompetensi dasar, yaitu kompetensi yang dapat diukur. Definisi operasional ini kemudian dijabarkan menjadi sejumlah indikator. Indikator merupakan pedoman dalam menulis instrumen. Tiap indikator bisa dikembangkan dua atau lebih instrumen. Kemudian didistribusikan ke dalam tabel format Kisi-kisi Instrumen seperti conoth format di bawah ini :
Kisi-Kisi Instrumen Afektif
No Indikator Jumlah butir Pertanyaan/Pernyataan Skala
1
2
3
4
5
Sebagai langkah awal dalam pengembangan penilaian ranah afektif sebagaimana dipaparkan dalam halaman postingan ini serta pembahasan yang terdapat pada halaman sebelumnya, barangkali kalau kita sudah memahaminya dengan baik maka akan mudah dalam melakukan pengembangan pada langkah-langkah selanjutnya, yaitu: dalam menentukan skala instrumen, menentukan pedoman penskoran, menelaah instrument, merakit instrument, melakukan ujicoba, menganalisis hasil ujicoba, memperbaiki instrument, melaksanakan pengukuran, serta dalam menafsirkan hasil pengukurannya. Semoga bermanfaat !.
0 komentar:
Posting Komentar