Panduan Praktis Penyusunan Proposal PTK

Diskusi siswa
Marhaban bihudurikum! kami haturkan kepada anda, selamat jumpa lagi dengan Bolg Edu Dakwah-Berbagi yang sederhana ini. Setelah sebelumnya kami membuat postingan Rencana dan Desain Pembelajaran, kemudian dilanjutkan dengan postingan Panduan Ringkas Pengembangan Indikator Pembelajaran, serta postingan terakhir yang berjudul Model-Model Pembelajaaran. Kali ini saya membuat postingan yang berjudul "Panduan Praktis Penyusunan Proposal PTK', dengan harapan dapat bermanfaat bagi kita sebagai praktisi atau calon praktisi pendidikan dalam upaya meningkatkan mutu pembelajaran khususnya serta mutu pendidikan pada umumnya.

Panduan Praktis Penyusunan Proposal PTK
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau dalam literatur Bahasa Inggris dikenal dengan istilah Clasroom Action Research (CAR,) adalah merupakan sebuah bentuk penelitian yang bersifat reflektif. Artinya bentuk penelitian yang dilakukan berdasarkan masalah-masalah aktual yang dihadapi serta dialami Guru dalam praktik pembelajaran dikelas. Kemudian dilakukannya tidakan-tindakan tertentu agar dapat memperbaiki atau meningkatkan praktik-praktik pembelajarannya tersebut. Jadi  PTK merupakan “riset-tindakan-riset-tindakan-...” yang dilakukan secara siklik, dalam rangka memecahkan masalah-masalah pembelajaran sampai masalah itu dapat terpecahkan (Bahan Ajar PLPG: UIN Bandung :147).
Menemukan masalah pembelajaran merupakan langkah awal dalam PTK. Masalah pembelajaran sangat beragam, seperti masalah yang berkaitan strategi pembelajaran, hasil belajar siswa, sarana dan fasilitas pembelajaran, atau kurangnya motivasi siswa dalam belajar. Untuk menemukan masalah, perlu dilakukan identifikasi masalah.
  1. Identifikasi masalah dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti: melakukan refleksi untuk mendiagnosis pembelajaran yang kita kelola, melihat hasil belajar siswa, atau melakukan diskusi dengan teman sejawat, bahkan dengan kepala sekolah atau dosen LPTK.
  2. Masalah yang sudah diidentifikasi perlu dianalisis agar akar penyebab masalah dapat kita temukan. Analisis masalah dapat dilakukan paling tidak dengan tiga cara: yaitu: (1) merenungkan kembali masalah tersebut dengan melakukan introspeksi/refleksi melalui pertanyaan yang ajukan pada diri sendiri, mengapa masalah tersebut sampai terjadi: (2) bertanya kepada siswa baik melalui angket maupun wawancara langsung tentang persepsinya terhadap pembelajaran; serta (3) menelaah berbagai dokumen seperti pekerjaan rumah siswa, soal-soal ulangan, serta hasil ulangan/latihan siswa. Analisis berakhir jika akar penyebab masalah sudah ditemukan.
  3. Berdasarkan akar penyebab masalah, kita dapat merumuskan masalah pembelajaran dalam bentuk masalah/pertanyaan penelitian, yang akan dicari jawabannya dalam PTK. Sehubungan dengan itu, rumusan masalah dibuat dalam bentuk kalimat tanya, mengandung aspek yang akan diperbaik’ dan upaya memperbaikinya.
  4. Setelah masalah dirumuskan, hal berikut yang perlu dilakukan adalah mengembangkan tindakan perbaikan, yang diperkirakan dapat mengatasi masalah pembelajaran. Untuk mengembangkan tindakan perbaikan perlu dilakukan hal-hal berikut. Pertama, kaji teori-teori yang relevan. Kemudian, tetapkan teori mana yang kira-kira sesuai diterapkan untuk mengatasi masalah tersebut. Kedua, berdiskusi dengan pakar pembelajaran/pakar bidang studi untuk menemukan cara perbaikan atau memvalidasi teori yang sudah ditetapkan. Ketiga, kita dapat mengingat pengalaman kita sendiri dalam mengatasi masalah yang serupa.
Perencanaan Kegiatan
  1. Rencana Perbaikan Pembelajaran (RP) dibuat dengan menggunakan format yang hampir sama dengan format Rencana Pembelajaran (RP). Bedanya, dalam RPP terdapat tujuan perbaikan, deskripsi kegiatan lebih rinci, pertanyaan, soal, dan kunci jawaban dicantumkan secara lengkap, sedangkan dalam RP unsur-unsur tersebut tidak selalu ditulis. Format dapat disesuaikan dengan format yang berlaku di sekolah masing-masing.
  2. Untuk membuat RPP yang akurat dan dapat diandalkan dalam pelaksanaan, perlu dilakukan langkah-langkah:  (1) membuat skenario pembelajaran, (2) menyiapkan sarana dan fasilitas pembelajaran, (3) menyusun RPP secara lengkap, (4) mensimulasikan pelaksanaan pembelajaran berdasarkan RPP untuk melihat kelayakannya, serta (5) menyempurnakan RPP berdasarkan hasil simulasi.
  3. Prosedur dan alat pengumpul data dtentukan berdasarkan masalah dan tujuan perbaikan. Jika guru meminta teman sejawat untuk mengobservasi pelaksanaan perbaikan, lembar observasi harus disepakati terlebih dahulu. Karena data yang dikumpulkan lebih cenderung kepada data kualitatif, maka prosedur dan alat pengumpul data dapat berupa observasi dengan menggunakan lembar observasi, wawancara berdasarkan panduan wawancara, catatan guru, dan refleksi.
  4. Proposal PTK diperlukan jika guru ingin ikut perlombaan PTK atau mendapat dana untuk melaksanakan PTK yang diusulkan. Format proposal biasanya ditentukan oleh sponsor/ penyelenggara. Dari segi administratif proposal dapat bervariasi, namun dari segi substansi ke-PTK-an, pada umumnya sama. Komponen kunci sebuah proposal PTK adalah sebagai berikut.
  1. Judul.
  2. Bidang Kajian.
  3. Pendahuluan, yang memuat latar belakang munculnya masalah serta akar penyebab masalah.
  4. Perumusan dan pemecahan masalah, yang terdiri dari: (1) perumusan masalah, (2) pemecahan masalah, (3) tujuan penelitian, dan (4) manfaat penelitian.
  5. Kajian Pustaka.
  6. Rencana dan Prosedur Penelitian.
“Di samping komponen kunci, juga terdapat komponen pendukung/komponen administratif, seperti: jadwal penelitian, personalia penelitian, biaya penelitian, dan lampiran”.
 Demikian pedoman ringkas dan singkat mudah-mudahan dapat membantu memudahkan kita dalam  mengkaji dan memahami serta mempraktekannya dalam pembuatan Proposal PTK, atau bahkan nantinya kita memiliki kemampuan dalam pembuatan PTK itu sendiri. Sehingga kita mampu menyandang sebutan Guru profesional. Semoga, Amin!.

**) Diintasarikan dan bersumber dari  Buku Materi Ajar PLPG: Pengembangan Wawasan Profesi Guru, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Gunung Jati Bandung. Dan Buku Penelitian Tindakan Kelas: Karya I GAK Wardani.
SHARE

Milan Tomic

Hi. I’m Designer of Blog Magic. I’m CEO/Founder of ThemeXpose. I’m Creative Art Director, Web Designer, UI/UX Designer, Interaction Designer, Industrial Designer, Web Developer, Business Enthusiast, StartUp Enthusiast, Speaker, Writer and Photographer. Inspired to make things looks better.

  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar

Model-Model Pembelajaran Yang Sesuai Dengan Kurikulum 2013

     Model pembelajaran adalah bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata ...