Strategi dan Metode Pembelajaran yang Mengoftimalkan Potensi Siswa Bagian 1

Pendahuluan
Selama ini pendekatan pembelajaran yang dilakukan lebih menekankan pada guru sebagai central pembelajaran. Sehingga aktivitas dan methode yang digunakan lebih didominasi oleh guru dengan methode ceramah. Padahal tingkat keefektian methode ini sangat tergantug pada tingkat konsentrasi siswa serta methode ini lebih banyak menekankan pada aspek penguasaan kognitif atau kemampuan hapalan dan pengetahuan.

Seiring perkembangan zaman yang semakin maju terutama petumbuhan imu dan teknologi yang semakin canggih. Maka perubahan paradigma pembelajaran merupakan suatu keharusan. Hal ini bisa ditandai dengan perubahan pendekatan yang dilakukan oleh guru dalam proses belajar mengajar di kelas. Penggunaan methode caramah sepertinya hanya untuk digunakan sebagai pelengkap saja dari methode-methode lain yang lebih menekankan pada peningkatan aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar. Artinya pembelajaran sekarang haruslah dilakukan secara inovatif dan berdaya guna yang dapat meningkatkan dan merangsang siswa aktif mengembangkan potensi yang dimilikinya.

Ada ungkapan orang sono yang patut dijadikan referensi perbendaharaan bagi seorang guru atau siapa saja yang berkepentingan. Yakni apa yang dikemukakan  Confucius :  What I here, I forget (apa yang saya dengan, saya lupa), What I see, I remember (apa yang saya lihat, saya ingat), What I do, I understand (apa yang saya lakukan, saya paham).

Kemudian ungkapan Conficius diatas di sempurnakan dan dimodifikasi oleh Mel Silberman yang berbunyi:
  • What I hear, I forget (apa yang saya dengar, saya lupa),
  • What I hear and see, I remember a little (apa yang saya dengar dan lihat, saya ingat sedikit),
  • What I hear, see, and ask questions about or discuss with someone else, I begin to understand (apa yang saya dengar, lihat dan tanyakan atau diskusikan dengan beberapa teman, saya mulai paham),
  • What I hear, see, discuss, and do, I acquire knowledge and skill (apa yang dengar, lihat, diskusikan, dan lakukan, saya memperoleh pengetahuan dan keterampilan),
  • What I teach to another, I master (apa yang saya ajarkan pada orang lain, saya menguasainya). (Strategi Pembelajaran Aktif : 2002).
Apa yang diungkapkan oleh Conficius dan mel Silberman di atas meenekankan bahwa pentingnya proses pembelajaran yang lebih meoftimalkan keaktifan siswa dalam mencari, menganalisa dan memahami materi pembelajaran.

Dalam Al-Quran banyak sekali Ayat-ayat yang berisi anjuran agar manusia senantiasa melakukan amal perbuatan dengan menekankan kepada keatifan dalam menggali potensi diri sendiri sesuai  kemampuannya. Sebab niali kemanusiaan dalam islam tergantung pada amal perbuatan yang dilakukan sesuai tuntunan Allah SWT. pentingnya keaktifan bisa dilihat dari wahyu pertama yang berbunyi perintah membaca. “ Bacalah..dengan nama Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu”, Yang telah menciptakan manusia dari segumpal darah” (QS. Al-Alaq : 1-2). Ayat wahyu tersebut jelas dan terang bahwa Allah lebih senang kepada orang yang yang selalu aktif melakukan amal perbuatan untuk meningkatkan pengetahuan serta pemahaman terhadap diri dan lingkungan sekitanya demi semata-mata ibadah pengabdian kepada-Nya.

Memahami Keadaan Siswa Masa Kini.
Penting dan perlu sekali bagi seorang guru untuk mengenal dan memahami keadaan siswa dari berbagai segi. Aspek jasmani rohaninya, latar belakang sosial ekonomi dan budaya dimana siswa berada. Penting juga juga bagi guru untuk membuka kembali materi kuliah dulu tentang psikologi perkembangan dan lainnya. Dengan paradigma baru pendidikan siswa sekarang sudah banyak yang belajar  melalui internet, komputer, browse menggunakan cd room dan sebagainya.

Tingkat keberanian siswa sekarang sudah berbeda dengan jaman dulu. Sekarang siswa sudah berani mengemukakan pendapat sesuai keyakinan sendiri, atau mendebat guru. Serta melakukan akifitas sesuai instruksi guru. Tapi jangan sampai keberanian mereka mengarah ke hal yang negatif dan desktruktif tanpa mengindahkan etika sebagai siswa dan sebagai hamba Allah yang harus  patuh dan taat pada guru. Menghormati seorang guru adalah dianjurkan oleh Nabi SAW dalam sabdanya:
تَعَلَّمُوْا وَعَلِّمُوْا وَتَوَاضَعُوا لِمُعَلِّمِيْكُم ...
Artinya : “Belajarlaah, dan ajarkanlah dan bersikap hormatlah (mernedahkan diri) kepada guru-gurumu” ( Al_Hadits).

Fungsi dan Peran Guru.
Perubahan paradigma pembelajaran berimbas pada fungsi dan peran guru itu sendiri. Dulu guru adalah central dan sumber segalanya dalam mentransfer pengetahuan kepada siswa. Aktivitas pembelajaran berpusat pada guru siswa hanyalah objek yang hanya siap diisi pengatahuan oleh guru. Sekarng guru memiliki fungsi sebagai fasiitator, mediator, dinamisator, dan motivator dalam membantu siswa belajar mencari dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan pengalamannya sesuai tujuan pembelajaran.

Karena perubahan fugsi dn peran guru sebagaimana disebutkan dia atas maka tindakan-tindakan yang perlu dilakukan dalam menjalankan perannya tersebut adalah sebagai berikut :
Tindakan guru sebelum proses Pembelajaran berlangsung :
  1. mempersiapkan bahan yang akan diajarkan,
  2. mempersiapkan media yang akan digunakan,
  3. mempersiapkan pertanyaan dan arahan untuk merangsang siswa aktif belajar,
  4. mempelajari keadaan siswa, mengerti kelemahan dan kelebihan siswa,
  5. mempelajari pengetahuan awal siswa.
Tindakan guru selama proses Pembelajaran :
  1. mengajak siswa untuk aktif belajar,
  2. menggunakan metode ilmiah dalam proses penemuan, sehingga siswa merasa menemukan sendiri pengetahuan mereka.
  3. mengikuti pikiran dan gagasan siswa, (4) menggunakan variasi metode dan strategi pembelajaran seperti studi kelompok, aktif debat, studi kritis,
  4. tidak mencerca siswa yang berpendapat salah atau lain,
  5. menerima jawaban alternatif dari siswa,
  6. kesalahan siswa ditunjukkan secara arif,
  7. siswa diberi kesempatan berpikir, merumuskan gagasan, mengungkapkan pikirannya,
  8. siswa diberi kesempatan untuk mencari pendekatan dan caranya sendiri dalam belajar sehingga menemukan sesuatu,
  9. melakukan evaluasi secara kontinu dengan segala prosesnya.
Tindakan guru sesudah proses Pembelajaran :
  1. memberikan tugas-tugas yang dikerjakan siswa,
  2. melakukan tes yang membuat siswa berpikir, analisis dan bukan hafalan.
  3. Sikap yang harus dilakukan seorang guru :
  4. perlakukan siswa sebagai subjek yang sudah tahu sesuatu,
  5. kondisikan siswa yang aktif, pengajar menyertai,
  6. memberi ruang tanyajawab dan diskusi,
  7. pengajar dan siswa saling belajar,
  8. siswa belajar untuk belajar sendiri,
  9. hungan pengajar dan siswa bersifat dialogtis,
  10. siswa harus diberi informasi tentang materi pelajaran  dan mengerti konteks bahan yang akan diajarkan. (Hujair AH Sanaki)
Bersambung ke postingan selanjutnya
SHARE

Milan Tomic

Hi. I’m Designer of Blog Magic. I’m CEO/Founder of ThemeXpose. I’m Creative Art Director, Web Designer, UI/UX Designer, Interaction Designer, Industrial Designer, Web Developer, Business Enthusiast, StartUp Enthusiast, Speaker, Writer and Photographer. Inspired to make things looks better.

  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar

Model-Model Pembelajaran Yang Sesuai Dengan Kurikulum 2013

     Model pembelajaran adalah bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata ...