Strategi dan Metode Pembelajaran yang Mengoftimalkan Potensi Siswa Bagian 2

Berdasarkan konsep-konsep pembelajaran sebagaimana diuraikan pada bagian pertama, proses pembelajaran  haruslah bertumpu pada learning based atau student learning dari teacing based. Artinya proses pembelajaran lebih ditekankan serta diorientasikan pada bagaimana cara mengaktifkan siswa semaksimal mungkin dan memperlakukan mereka bahwa mereka adalah manusia yang memiliki potensi-potensi yang dapat dikembangkan dan diarahkan sesuai tujuan pmbelajaran.

Siswa diarahkan untuk dapat menemukan sendiri dan dapat memecahkan permasalahan pembelajaran serta mengembangkan kebermaknaan materi pembelajaran dengan realitas kehidupannya. Methode dan strategi pembelajaran yang digunakan harus dapat megembangkan potensi siswa dan memberikan kesempatan secara optimal untuk merealisasikan dan mengaktualisasikan dirinya sendiri sesuai tujuan yang ingin dicapai.

Dalam kondisi perubahan, methode dan strategi yang digunakan pada akhirnya harus membawa siswa untuk belajar yang mengarah kepada berkemampuan memilih, serta lebih mengutamakan proses belajar dalam perspektif menjadi (learning to be) daripada mengarakan siswa keperspektif memiliki.dengan demikian sasaran setiap proses pembelajaran sudah saatnya untuk mengurangi methode ceramah saja.

Mengkolaborasikan berbagai methode dan strategi pembelajaran adalah suatu keharusan atau kebutuhan dalam pembelajaran masa kini. Dengan tanpa mengenyampingkan nilai-nilai sosial kultural dan religius masyarakat. Karena pembelajaran bukanlah transper pengetahuan secara sempit tetapi juga harus di arahkan pada pembentukan karakter dan penanaman nilai-nilai akhlakul karimah esuai keadaan sosia budaya dan aama yang dianut siswa.

Kiranya tepat apa yang dikatakan Bloom bahwa tujuan pembelajaran itu harus diarahkan dan mengacu pada ranah kognitif, afektif dan psikhomotor. Pembelajaran harus mengacu pada peningkatan pengetahuan pemahaman, penanaman nilai serta membiasakan siswa mampu mempraktekannya sesuai keterampilan yang diajarkan dan terkandung dalam pembelajaran.

Pertanyaan yang muncul, bagimana membuat siswa aktif sejak dini? Untuk menjawab pertanyaan itu guru harus berusaha merancang teknik-teknik untuk melakukan salah satu atau lebih, yaitu: guru atau dosen berusaha untuk membuat:
  1. Team building (pembentukan tim), yaitu membantu siswa-siswa menjadi lebih terbiasa satu sama lain atau menciptakan suatu semangat “kerja sama” dan “saling ketergantungan”.
  2. On-The-Spot assessment (penilaian di tempat), yaitu : guru mempelajari tentang perilaku-perilaku siswa-siswa, pengetahuan, dan pengalaman siswa. 
  3. Immediate learning involvement (keterlibatan belajar seketika), yaitu ; guru menciptakan atau memotivasi minat awal dalam pokok bahasan.
Kemudian pertanyaan selanjutnya, bagaimana guru dapat membantu siswa memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan perilaku secara aktif. Untuk menjawab pertanyaan ini,  langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mendorong siswa untuk berpikir, merasakan, dan menerapkan, yaitu :
  1. Full-class learning (belajar sepenuhnya di dalam kelas); petunjuk dari pengajar yang merangsang seluruh kelas.
  2. Class discussion (diskusi kelas);dialog dan debat mengenai pokok-pokok bahasan utama.
  3. Question prompting (cepatnya pertanyaan); siswa meminta klarifikasi/penjelasan.
  4. Collaborative learning (belajar dengan bekerja sama); tugas-tugas dikerjakan dengan kerja sama dalam kelompok-kelompok kecil siswa.
  5. Peer teaching (belajar dengan sebaya), petunjuk diberikan oleh siswa.
  6. Independent learning (belajar mandiri), aktivitas-aktivitas belajar dilakukan secara invidual.
  7. Affective learning (belajar afektif), aktivitas-aktivitas yang membantu siswa untuk menguji perasaan-perasaan, nilai-nilai dan perilaku-perilaku mereka.
  8. Skill development (pengembangan keterampilan), mempelajari dan mempraktikan keterampilan-keterampilan, baik teknis maupun non-teknis.(Ujair Sanaky AH).
Methode dan Strategi Belajar Aktif.
Banyak sekali methode dan strategi pembelajaran yang dapat digunakan dan diterapkan untuk dapat mengoptimalkan keaktifan siswa dalam proses belajar mengajar. Misalnya pendekatan pembelajaran Discofery learning, konstruktivis learning dan contectual teaching learning.

Diakhir pembahasan ini saya kemukakan juga kepada anda beberapa diantaranya tentang Model-Model Pembelajaran yang digunakan dalam PBM dan dapat mengoptimalkan serta menekankan pada pembelajaran siswa aktif.

Silahkan anda baca dan kaji serta pahami Model-model pembelajaran sesuai karakteristik siswa, sekolah, dan tentunya juga harus mempertimbangkan sumberdaya yang dimilki. tapi sebelumnya  Kunjungi dulu postingan tentang Model-Model Pembelajaran dan silahkan download filenya terlebih dahulu. Semoga bermanfaat!

Untuk ditelaah, Firman Allah:
يَايُّهَاالَّذِيْنَ اَمَنُوْا قُوْا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا...
Artinya ;  “Hai orang-orang yang beriman jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka” ( QS. Mohon maaf lupa nama surat dan ayatnya). Mohon dikoreksi!.
SHARE

Milan Tomic

Hi. I’m Designer of Blog Magic. I’m CEO/Founder of ThemeXpose. I’m Creative Art Director, Web Designer, UI/UX Designer, Interaction Designer, Industrial Designer, Web Developer, Business Enthusiast, StartUp Enthusiast, Speaker, Writer and Photographer. Inspired to make things looks better.

  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar

Model-Model Pembelajaran Yang Sesuai Dengan Kurikulum 2013

     Model pembelajaran adalah bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata ...