Sering kita mengalami dan merasakan sebagai guru dalam mengajukan pertanyaan kepada siswa dalam proses pembelajaran di dalam kelas. Pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan tersebut terkadang dari segi kuantitas sangat banyak. Sehingga terkesan bahwa guru itu sedang menguji siswanya dalam arti yang kadang-kadang pertanyaan tersebut dilontarkan hanya sebatas untuk menunjukan existensi sebagai seorang guru dan menganggap siswa itu adalah manusia yang harus tunduk secara “totalitas” atau menjadi seorang yesmen .
Dari segi kualitas pertanyaan, apabila dicermati, kadang-kadang kita suka memberikan jenis-jenis pertanyaan yang dilontarkan hanya sebatas pertanyaan yang membutuhkan jawaban ‘ya’ atau ‘tidak’, atau pertanyaan yang membutuhkan hanya satu jawaban tertentu. Pertanyaan tersebut sama sekali tidak memberi kesempatan kepada siswa untuk berpikir kreatif, yaitu kurang menuntut serta merangsang siswa untuk mengemukakan gagasannya sendiri.
Jenis pertanyaan yang diajukan atau tugas yang diberikan oleh guru sangat berpengaruh terhadap perkembangan keterampilan berpikir siswa. Pertanyaan atau tugas tersebut bukan hanya untuk memfokuskan siswa pada kegiatan, tetapi juga untuk menggali potensi belajar mereka. Artinya ertanyaan atau tugas harus dapat menumbuhkan dan memicu siswa untuk berpikir analitis, evaluatif, dan kreatif dapat melatih siswa untuk menjadi pemikir yang kritis dan kreatif.
Kasus tersebut di atas akan terjadi apabila kita sebagai guru cukup selektif dalam menggunakan jenis pertanyaan yang dapat meningkatkan keterampilan berpikir siswa. Barangkali konsep di bawah ini sebagaimana dikemukakan oleh Benjamin S. Bloom yang memperkenalkan konsep tingkatan dalam berpikir siswa.
Tingkatan-tingkatan berpikir tersebut dapat dipakai guru dalam menyusun pertanyaan atau tugas yang akan diberikan kepada siswa. Berikut adalah tingkatan berpikir Bloom versi perbaikan.
Tingkatan Berpikir Mengkreasi
Menghasilkan ide-ide baru, produk, atau cara memandang terhadap sesuatu. Kegiatan yang dapat dterapkan adalah : mendisain, membangun, merencanakan, menemukan.
Tingkatan Berfikir Mengevaluasi.
Menilai suatu keputusan atau tindakan. Kegiatan yang dapat dilakukan dengan cara : memeriksa, membuat hipotesa, mengkritik, bereksperimen, memberi penilaian.
Menganalisa.
Mengolah informasi untuk memahami sesuatu dan mencari hubungan. Kegiatan: membandingkan, mengorganisasi, menata ulang, mengajukan pertanyaan, menemukan.
Menerapkan.
Menggunakan informasi dalam situasi lain. Kegiatan: menerapkan, melaksanakan, menggunakan, melakukan..
Memahami. Menerangkan ide atau konsep. Kegiatan: menginterpretasi, merangkum, mengelompokkan, menerangkan.
Mengingat. Kegiatan yang dapat dilakukan: mengenali, membuat daftar, menggambarkan, menyebutkan
Implementasinya pada praktek KBM dalam memberikan pertanyaan dan tugas kepada siswa?!. silahkan buka lagi konsep-konsep dan buku-buku literatur yang pernah dipelajari saat kita kuliah di keguruan. Atau lakukan latihan membuat pertanyaan dengan berpedoman kepada tingkatan-tingkatan berfikir di atas yang dikemukakan oleh Mr. Bloom.
Dari segi kualitas pertanyaan, apabila dicermati, kadang-kadang kita suka memberikan jenis-jenis pertanyaan yang dilontarkan hanya sebatas pertanyaan yang membutuhkan jawaban ‘ya’ atau ‘tidak’, atau pertanyaan yang membutuhkan hanya satu jawaban tertentu. Pertanyaan tersebut sama sekali tidak memberi kesempatan kepada siswa untuk berpikir kreatif, yaitu kurang menuntut serta merangsang siswa untuk mengemukakan gagasannya sendiri.
Jenis pertanyaan yang diajukan atau tugas yang diberikan oleh guru sangat berpengaruh terhadap perkembangan keterampilan berpikir siswa. Pertanyaan atau tugas tersebut bukan hanya untuk memfokuskan siswa pada kegiatan, tetapi juga untuk menggali potensi belajar mereka. Artinya ertanyaan atau tugas harus dapat menumbuhkan dan memicu siswa untuk berpikir analitis, evaluatif, dan kreatif dapat melatih siswa untuk menjadi pemikir yang kritis dan kreatif.
Kasus tersebut di atas akan terjadi apabila kita sebagai guru cukup selektif dalam menggunakan jenis pertanyaan yang dapat meningkatkan keterampilan berpikir siswa. Barangkali konsep di bawah ini sebagaimana dikemukakan oleh Benjamin S. Bloom yang memperkenalkan konsep tingkatan dalam berpikir siswa.
Tingkatan-tingkatan berpikir tersebut dapat dipakai guru dalam menyusun pertanyaan atau tugas yang akan diberikan kepada siswa. Berikut adalah tingkatan berpikir Bloom versi perbaikan.
Tingkatan Berpikir Mengkreasi
Menghasilkan ide-ide baru, produk, atau cara memandang terhadap sesuatu. Kegiatan yang dapat dterapkan adalah : mendisain, membangun, merencanakan, menemukan.
Tingkatan Berfikir Mengevaluasi.
Menilai suatu keputusan atau tindakan. Kegiatan yang dapat dilakukan dengan cara : memeriksa, membuat hipotesa, mengkritik, bereksperimen, memberi penilaian.
Menganalisa.
Mengolah informasi untuk memahami sesuatu dan mencari hubungan. Kegiatan: membandingkan, mengorganisasi, menata ulang, mengajukan pertanyaan, menemukan.
Menerapkan.
Menggunakan informasi dalam situasi lain. Kegiatan: menerapkan, melaksanakan, menggunakan, melakukan..
Memahami. Menerangkan ide atau konsep. Kegiatan: menginterpretasi, merangkum, mengelompokkan, menerangkan.
Mengingat. Kegiatan yang dapat dilakukan: mengenali, membuat daftar, menggambarkan, menyebutkan
Implementasinya pada praktek KBM dalam memberikan pertanyaan dan tugas kepada siswa?!. silahkan buka lagi konsep-konsep dan buku-buku literatur yang pernah dipelajari saat kita kuliah di keguruan. Atau lakukan latihan membuat pertanyaan dengan berpedoman kepada tingkatan-tingkatan berfikir di atas yang dikemukakan oleh Mr. Bloom.

0 komentar:
Posting Komentar